Perlu disadari bahwa masalah energi merupakan masalah kita bersama sebagai bangsa. Manakala kita berbicara tentang energi maka kita masuk pada ranah multi disiplin, artinya bukan monopoli kelompok atau disiplin ilmu tertentu, tetapi semua orang hendaknya berperan-sekecil apapun perannya- dalam mewujutkan Ketahanan Energi.

Penguasaan listrik oleh Negara melalui PLN membuat masyarakat tidak kreatif dan inovatif. Pasalnya hanya dengan membayar rekening listrik maka pasokan listrik sudah sampai di rumah kita. Akhir-akhir ini dengan terbatasnya pasokan listrik dari PLN, baru terfikir bahwa  ada potensi listrik yang sangat besar yang belum termanfaatkan yaitu Energi Terbarukan (renewable energy). Selain murah energi tersebut terbukti ramah lingkungan.

Potensi energi terbarukan sangatlah besar seperti biomasa, panas bumi, energi surya, energi angin, mikrohidro tetapi sampai saat ini pemanfaatanya masih sangat kecil. Ahli Peneliti dari BPPT Siddik Boedoyo merinci perhitungan energi terbarukan. Potensi energi airyang dimiliki Indonesia mencapai 75 GW dan yang sudah dimanfaatkan 4000 KW, Energi panas bumi 2.300 MW dan digunakan 800 MW.

Dilihat dari tingkat perkembangannya pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia dapat dibedakan pada tiga tingkat perkembangan yaitu:

  1. sudah dikembangkan secara komersial (biomasa, panas bumi, dan tenaga air)
  2. sudah dikembangkan tapi masih terbatas ( energi surya,dan angin)
  3. perkembangannya baru pada tahap penelitian (eneergi gelombang)

Pemanfaatan Energi terbarukan masih sangat kecil, hal ini terutama disebabkan harga energi terbarukan belum kompetitif bila dibandingkan dengan harga energi fosil. Belum kompetitifnya energi terbarukan disebabkan diantaranya oleh penerapan kebijakan harga energi terbarukan yang relatif kecil.